Tak Lolos PTN Bukan Akhir, Mahasiswa Alma Ata Ini Buktikan Bisa Kalahkan Peserta dari Kampus Top ~ Jurusan Sistem Informasi Jogja. Kegagalan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sering kali dianggap sebagai pukulan besar bagi banyak pelajar. Namun pandangan tersebut berhasil dipatahkan oleh Sarwo Miju, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata, yang justru mampu mencetak berbagai prestasi nasional setelah sebelumnya gagal dalam sejumlah seleksi perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan. Melalui berbagai kompetisi nasional bidang teknologi dan bisnis, Sarwo membuktikan bahwa mahasiswa kampus swasta juga mampu bersaing dan mengungguli peserta dari kampus-kampus ternama di Indonesia.

Sebelum menempuh pendidikan di Universitas Alma Ata, Sarwo sempat mengalami serangkaian kegagalan saat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga Seleksi Kedinasan STAN. Ia juga belum berhasil lolos ke sejumlah perguruan tinggi negeri seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Meski demikian, kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar impian.

“Rasanya memang berat saat melihat pengumuman penolakan yang datang berturut-turut. Tapi di Alma Ata, saya tersadar bahwa kuliah di kampus swasta bukanlah sebuah kemunduran. Justru di sinilah pembuktian sesungguhnya, bahwa kita tetap bisa mengeluarkan potensi terbaik kita dan bersaing secara kompetitif dengan mahasiswa dari kampus-kampus besar lainnya,” ujar Sarwo.

Prestasi Nasional di Bidang UI/UX Design

Memasuki dunia perkuliahan di Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Sarwo mulai fokus mengembangkan minatnya di bidang teknologi digital dan desain. Ketertarikannya terhadap User Interface/User Experience (UI/UX) Design membawanya aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional.

Usahanya membuahkan hasil ketika ia bersama tim berhasil meraih Juara 2 Nasional pada ajang UI/UX Design SILOGY EXPO 2025. Dalam kompetisi tersebut, tim Sarwo berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai PTN ternama.

Tak berhenti di satu pencapaian, Sarwo kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih Juara 3 Nasional pada kompetisi PIXELS Challenge 2.0 yang diselenggarakan oleh Google Developer Group.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan dan kreativitas mahasiswa tidak ditentukan oleh status perguruan tinggi, melainkan oleh kesungguhan dalam belajar dan terus berkembang.

Tak Hanya Teknologi, Juga Berprestasi di Business Plan

Selain aktif di bidang desain digital, Sarwo juga menunjukkan kemampuannya dalam menyusun strategi bisnis dan pengembangan produk digital. Ia berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Business Plan melalui ide yang dinilai inovatif dan memiliki potensi pengembangan.

Keikutsertaannya dalam berbagai kompetisi membuat Sarwo semakin terbiasa berpikir kritis, bekerja dalam tim, serta menghadapi tantangan secara profesional.

Dukungan Lingkungan Kampus Jadi Kunci

Sarwo mengakui bahwa pencapaian yang diraihnya tidak lepas dari lingkungan kampus yang mendukung proses pengembangan dirinya. Ia menilai dukungan teman-teman dan dosen menjadi faktor penting yang membuatnya terus berani mencoba berbagai kesempatan.

“Semua pencapaian ini tentu tidak terlepas dari support lingkungan kampus dan pertemanan yang positif,” ungkap Sarwo.

“Dukungan moral dari teman-teman satu frekuensi dan bimbingan dari dosen membuat saya berani mengambil risiko untuk terus ikut lomba. Lingkungan yang sehat ini sangat membantu saya bertumbuh,” lanjutnya.

Menurutnya, suasana yang mendukung membuat mahasiswa lebih percaya diri untuk mengeksplorasi potensi diri tanpa takut gagal.

Aktif Ikut Lomba dan Organisasi

Selain kompetisi nasional, Sarwo juga dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi. Ia rutin mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), lomba esai, artikel, hingga desain poster.

Baginya, proses mengikuti lomba memberikan banyak pengalaman dan memperluas cara berpikir.

“Walau kadang belum bisa menang, tapi dengan aktif ikut lomba bisa membuka wawasan dan pertajam pola pikir,” katanya.

Tidak hanya fokus pada prestasi akademik, Sarwo juga aktif dalam organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta berbagai komunitas di luar kampus. Aktivitas tersebut dijalaninya untuk memperluas relasi sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.

Saat diminta membagikan rahasia keberhasilannya, Sarwo memilih memberikan pesan sederhana tentang pentingnya keberanian untuk mencoba.

“Gak ada tips, yang penting berani untuk mencoba. Kalau gagal coba lagi, gagal coba lagi. Karena barangkali di percobaan ke-1, 5, 7, atau puluhan baru kamu dapat reward-nya,” ujarnya.

Bukti Prestasi Tidak Ditentukan Label Kampus

Perjalanan Sarwo Miju menjadi contoh bahwa kegagalan masuk PTN bukanlah akhir dari peluang meraih masa depan. Melalui konsistensi, keberanian, dan lingkungan yang mendukung, ia berhasil membangun jalannya sendiri menuju prestasi nasional.

Kisahnya sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi tidak hanya lahir dari kampus berlabel besar. Dengan kemauan belajar dan semangat pantang menyerah, mahasiswa dari kampus swasta pun mampu bersaing bahkan mengalahkan peserta dari kampus-kampus top di Indonesia.

Source: https://www.headline.co.id/92107/ditolak-ptn-impian-kisah-sarwo-buktikan-diri-lewat-deretan-juara-nasional-di-kampus-swasta/