45 Lulusan Sistem Informasi Universitas Alma Ata Siap Masuk Dunia Kerja, Dibekali Proyek Industri dan Teknologi Terkini ~ Jurusan Sistem Informasi. Sebanyak 45 mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Alma Ata (UAA) resmi diwisuda dalam prosesi yang berlangsung di Imperial Ballroom The Rich Jogja Hotel, Rabu (22/4/2026). Para lulusan dinyatakan siap memasuki dunia kerja berbasis teknologi setelah menempuh pendidikan yang mengintegrasikan teori dan praktik. Ketua Program Studi Sistem Informasi UAA, Avrillaila Akbar Harahap, menyebut kesiapan tersebut didukung pengalaman proyek, magang, dan keterlibatan dalam program Kampus Merdeka. Wisuda ini merupakan bagian dari agenda serentak seluruh program studi di lingkungan Universitas Alma Ata.

Pada wisuda periode ini, capaian akademik turut menjadi sorotan dengan terpilihnya Heni Inayatul Arifah sebagai lulusan terbaik. Ia meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,86 dengan predikat pujian dan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 7 bulan, lebih cepat dari masa studi normal.

Ketua Program Studi Sistem Informasi UAA, Avrillaila Akbar Harahap, menegaskan bahwa kualitas lulusan tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, melainkan juga dari pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Hal yang paling membanggakan dari lulusan tahun ini adalah tidak hanya capaian akademik, tetapi juga keterlibatan mereka dalam berbagai proyek, kompetisi, serta pengalaman praktis yang relevan dengan dunia industri pada saat mengikuti magang dan kegiatan Kampus Merdeka lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem pembelajaran di program studi tersebut dirancang dengan pendekatan terpadu melalui project-based learning, studi kasus, serta praktikum laboratorium. Mahasiswa juga dilibatkan langsung dalam proyek nyata dan magang industri guna memperkuat kesiapan kerja.

Selain itu, berbagai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri turut diberikan, mulai dari analisis kebutuhan bisnis dan sistem, pengembangan aplikasi, manajemen basis data, desain UI/UX, hingga data analytics. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan teknologi terkini seperti cloud computing dan dasar kecerdasan buatan.

Avrillaila menambahkan bahwa kombinasi kemampuan teknis dan analitis tersebut menjadi bekal utama lulusan untuk berkarier maupun berwirausaha di sektor teknologi.

“Lulusan Sistem Informasi UAA telah dibekali dengan kombinasi pengetahuan teknis dan kemampuan analitis, serta pengalaman praktik melalui proyek nyata, sehingga memiliki kesiapan yang baik untuk masuk ke dunia kerja maupun berwirausaha di bidang teknologi,” katanya.

Pengalaman pembelajaran tersebut turut dirasakan oleh salah satu wisudawati, Khoirun Nisa. Ia menilai kurikulum yang diterapkan mampu menjembatani kebutuhan teori dan praktik di dunia industri. “Sebagai lulusan Sistem Informasi Universitas Alma Ata, aku ngerasa kurikulum di sini tuh ngebantu banget buat bridge antara dunia teori sama real world industry. Di UAA, kita dapet balance yang pas antara technical skill kayak programming sama pemahaman proses bisnis,” ujarnya.

Menurutnya, intensitas tugas dan proyek selama masa studi turut membentuk kesiapan mental mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.

“Nugas, presentasi, sampe ngebangun prototype aplikasi udah jadi makanan sehari-hari yang ngebentuk mental hustler kita. Dosen-dosennya juga suportif abis, sering ngasih insight dan networking yang kepake banget buat karir,” katanya.

Ia juga merekomendasikan Program Studi Sistem Informasi UAA bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang digital. “Buat temen-temen yang pengen punya prospek karir yang jelas di era digital gini, masuk SI Alma Ata adalah pilihan yang paling benar,” tuturnya.

Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata menggabungkan bidang teknologi informasi dan bisnis dengan fokus pada pengembangan solusi berbasis sistem informasi yang sesuai kebutuhan organisasi. Kurikulum yang digunakan mengacu pada standar internasional IS2020 dan didukung akreditasi internasional ASIIN.

Mahasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti program magang, termasuk di perusahaan BUMN, serta memperoleh sertifikasi kompetensi internasional. Lulusan program ini memiliki peluang karier yang luas, seperti data analis, konsultan digital, auditor sistem informasi, spesialis keamanan informasi, pengembang aplikasi, hingga manajer proyek teknologi informasi.

Menutup pernyataannya, Avrillaila berpesan agar para lulusan terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

“Pesan kami dari Prodi kepada para lulusan adalah untuk terus belajar dan beradaptasi. Dunia teknologi informasi berkembang sangat cepat, sehingga penting untuk selalu meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan mampu memberikan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.