Prodi Sistem Informasi Universitas Alma Ata Buka Jalur Tugas Akhir Non-Skripsi, Ada Magang hingga Prestasi ~ Jurusan Sistem Informasi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata memberikan alternatif penyelesaian studi melalui skema tugas akhir non-skripsi bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan akademik dan administratif. Kebijakan tersebut disosialisasikan secara daring kepada mahasiswa Sistem Informasi Universitas Alma Ata pada 5 Agustus 2026 sebagai tindak lanjut pengembangan kurikulum dan kebijakan baru Rektor. Mahasiswa nantinya dapat memilih sejumlah skema, mulai dari magang atau proyek independen, prototype, publikasi ilmiah hingga prestasi, dengan tetap mengikuti standar akademik, pembimbingan, serta mekanisme penilaian yang setara dengan jalur skripsi.

Kaprodi Sistem Informasi Universitas Alma Ata Avrillaila Akbar Harahap, S.Kom., M.Kom. mengatakan, sosialisasi diperlukan agar mahasiswa memahami secara utuh ketentuan serta pilihan yang tersedia sebelum menentukan jalur penyelesaian tugas akhir.

“Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari pengembangan kurikulum dan munculnya kebijakan baru dari Rektor yang memberikan alternatif penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa,” kata Avrillaila.

Menurutnya, Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata melihat capaian pembelajaran mahasiswa tidak harus diwujudkan melalui satu bentuk luaran saja. Kompetensi mahasiswa juga dapat ditunjukkan melalui karya maupun capaian yang relevan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi dan prestasi akademik.

Karena itu, mahasiswa perlu memahami ketentuan umum, ketentuan khusus, mekanisme pelaksanaan serta hasil akhir yang harus dicapai pada masing-masing skema tugas akhir non-skripsi.

“Prodi SI UAA melihat bahwa capaian pembelajaran mahasiswa dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk luaran yang relevan dengan kebutuhan dunia industri, perkembangan teknologi, maupun prestasi akademik,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut sekaligus memberikan informasi mengenai skema yang tersedia, persyaratan, alur pengajuan, proses pelaksanaan hingga luaran yang harus dihasilkan mahasiswa.

Avrillaila mengatakan, pemahaman tersebut penting agar mahasiswa tidak sekadar memilih jalur penyelesaian studi, tetapi dapat mempertimbangkannya berdasarkan kemampuan dan rencana akademik masing-masing.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan informasi yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai kebijakan tugas akhir non-skripsi, mulai dari skema yang tersedia, ketentuan yang harus dipenuhi, alur pengajuan, proses pelaksanaan, hingga luaran yang diharapkan,” katanya.

Selain memberikan penjelasan mengenai ketentuan akademik, sosialisasi juga diarahkan untuk membantu mahasiswa menentukan skema yang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka.

“Selain itu, sosialisasi ini bertujuan membantu mahasiswa memilih bentuk tugas akhir yang paling sesuai dengan minat, kompetensi, serta rencana studi mereka,” lanjut Avrillaila.

Tugas Akhir Non-Skripsi Tetap Penuhi Capaian Pembelajaran

Dalam kebijakan Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata, tugas akhir non-skripsi merupakan alternatif penyelesaian studi yang memungkinkan mahasiswa menunjukkan capaian pembelajaran melalui bentuk luaran selain penelitian skripsi.

Meski tidak menghasilkan naskah skripsi sebagai produk utama, mahasiswa tetap dituntut menunjukkan kemampuan akademiknya. Kemampuan tersebut mencakup analisis, pemecahan masalah serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mahasiswa juga diwajibkan menghasilkan karya yang mempunyai nilai akademik maupun manfaat praktis yang relevan dengan bidang Sistem Informasi.

“Tugas akhir non-skripsi merupakan alternatif penyelesaian studi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan capaian pembelajaran melalui luaran selain penelitian skripsi,” jelas Avrillaila.

Ia menegaskan, jalur alternatif tersebut bukan berarti mengurangi standar akademik dalam proses penyelesaian studi mahasiswa.

“Dalam skema ini, mahasiswa tetap diwajibkan menunjukkan kemampuan analisis, pemecahan masalah, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik maupun manfaat praktis sesuai dengan bidang Sistem Informasi,” katanya.

Empat Skema Tugas Akhir Non-Skripsi

Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata menyediakan empat alternatif skema yang dapat digunakan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir non-skripsi.

Pertama adalah skema Magang/Proyek Independen. Skema ini merupakan penyelesaian tugas akhir berbasis pengembangan lanjutan atau improvement project dari kegiatan magang yang sebelumnya telah dilaksanakan mahasiswa pada semester sebelumnya.

Kedua adalah skema Prototype. Melalui skema ini, mahasiswa mengembangkan purwarupa atau solusi teknologi untuk menjawab permasalahan nyata yang sesuai dengan bidang Sistem Informasi.

Ketiga, mahasiswa dapat mengambil skema Publikasi Ilmiah. Jalur tersebut memberikan rekognisi terhadap capaian publikasi ilmiah yang dihasilkan mahasiswa dengan posisi sebagai penulis utama atau first author maupun corresponding author.

Pilihan keempat adalah skema Prestasi. Jalur ini memberikan rekognisi terhadap prestasi mahasiswa dalam kejuaraan atau kompetisi ilmiah yang diselenggarakan kementerian maupun lembaga kredibel tingkat nasional atau internasional yang diakui.

Untuk skema prestasi, tingkat kompetisi yang dapat direkognisi ditetapkan minimal setingkat provinsi.

Meski menawarkan bentuk luaran yang berbeda-beda, Avrillaila menegaskan setiap skema tetap menerapkan proses akademik sebagaimana tugas akhir pada umumnya.

“Seluruh skema tetap memiliki standar akademik, proses pembimbingan, dan mekanisme penilaian yang setara dengan jalur skripsi,” tegasnya.

Perbedaan Jalur Skripsi dan Non-Skripsi

Perbedaan mendasar antara skripsi dengan tugas akhir non-skripsi terletak pada jenis luaran yang dihasilkan mahasiswa.

Pada jalur skripsi, mahasiswa menjalankan penelitian ilmiah dengan produk akhir berupa naskah skripsi. Sementara melalui jalur non-skripsi, mahasiswa memperoleh fleksibilitas menghasilkan luaran berupa produk inovasi, publikasi ilmiah ataupun capaian prestasi akademik.

Namun demikian, kedua jalur tersebut tetap diarahkan untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan yang telah ditetapkan Program Studi Sistem Informasi.

“Perbedaan utamanya terletak pada bentuk luaran akhir yang dihasilkan mahasiswa. Jalur skripsi berfokus pada penelitian ilmiah yang menghasilkan naskah skripsi, sedangkan jalur non-skripsi memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk menghasilkan luaran berupa produk inovasi, publikasi ilmiah, atau prestasi akademik yang tetap memenuhi capaian pembelajaran lulusan,” kata Avrillaila.

Ia menambahkan, perbedaan bentuk produk akhir tidak membuat standar akademik antarkedua jalur menjadi berbeda.

“Meskipun bentuk keluarannya berbeda, kedua jalur memiliki standar mutu, proses pembimbingan, dan evaluasi akademik yang setara,” ujarnya.

Mahasiswa Harus Memenuhi Persyaratan

Jalur tugas akhir non-skripsi pada umumnya diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memasuki tahap penyelesaian studi dan memenuhi persyaratan akademik dari program studi.

Pengajuan biasanya dapat dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan sejumlah mata kuliah inti serta memenuhi jumlah kredit minimum sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persyaratan akademik tersebut, mahasiswa harus memenuhi sejumlah ketentuan administratif sebelum dapat mengambil skema tugas akhir non-skripsi.

Mahasiswa harus telah memenuhi jumlah Satuan Kredit Semester atau SKS minimum serta persyaratan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan. Mahasiswa juga tidak boleh sedang menjalani sanksi akademik maupun administratif.

Selanjutnya, mahasiswa wajib mengajukan formulir skema tugas akhir non-skripsi sesuai jalur yang akan dipilih serta memperoleh persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan program studi.

Setelah memperoleh persetujuan, mahasiswa harus mengikuti seluruh ketentuan umum maupun ketentuan khusus sesuai pedoman tugas akhir yang berlaku pada masing-masing skema.

Melalui kebijakan tersebut, Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata memberikan alternatif bentuk penyelesaian studi dengan luaran yang lebih beragam. Namun, setiap mahasiswa yang mengambil jalur non-skripsi tetap harus memenuhi capaian pembelajaran, standar mutu, proses pembimbingan dan evaluasi akademik sebagaimana jalur tugas akhir skripsi.